daun jatuh

Senin, 26 November 2018



Kelompok 1 
Arterosklerosis




Disusun Oleh :
1.            Hikmah N.A               (C2017053)
2.            Indah Yulia                 (C2017058)
3.            Kristina N                   (C2017065)
4.            Kristiyani                    (C2017066)
5.            Kurnia Fitri                 (C2017067)
6.            Martiyas P                   (C2017074)
7.            Milu Yuni                   (C2017077)
8.            M. Sahid                     (C2017080)
9.            Naashirotuz Z             (C2017081)
10.         Novi S                         (C2017086)
11.         Oktiara D                    (C2017098)
12.         Prima S                       (C20170102)
13.         Puji Dwi                      (C20170104)

Prodi Sarjana Keperawatan Kelas 3B
Stikes Aisyiyah Surakarta
2017/2018



                                                                     

ARTEROSKLEROSIS

Definisi

Penyumbutan dan pembengkakan arteri karena penumpuakn plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri endotherum / yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah dan oksigen yang menyalurkan keseluruhan tubuh
Sumber : Dosen keperawatan medical bedah Indonesia . 2016 , rencana asuhan keperaawatan medical- bedah : pnerbit EGC = Jakarta

Faktor Resiko

1.     Diet (pola makan) tinggi lemak yaitu lemaak yang tidak larut dalam air akan erikat dengan lipoprotein yang larut dalam air sehingga memungkinkan diangkut dalam system peredaran darah
2.     Hipertensi dapat mempercepat pembunuhan lesi asterosklerotik pada pembuluh darah bertekanan tinggi.
3.     Merokok merupakan factor resiko yang paling kuat nikotin akan menurunkan aliran darah seluruh tubuh yang mengalir ke ekstermitas
Sumber : M Asikkiru. M Nuralamsyah M, Susaidi , S. 2016 . Keperawatan Medikal Bedah : Sistem Kardiovaskuler Erlangga : Jakarta.

Komplikasi

1.     Angina -> Terjadinya penyumbatan pada arteri coroner
2.     Serangan Jantung
3.     Stroke
4.     Infark Miokard

Patofisiologi

Lesi dimulai dari trauma endotel yang disebabkan oleh factor yang telah dibahas . setelah terjdi trauma endotel sel endotel mengalami inflamasi dan terjadi aktivitas makrofag. LDL yang teroksidasi masuk ke intima dinding endotel membentuk lapisan lemak otot sel polos berproferasi dan menghasilkan kolagen menuju lapisan lemak membentuk plak fibrosa . plak ini rentan rupture. Jika plak rupture maak terbentuk thrombus yang menyumbat pembuluh darah, serta menyebakan iskemia
Sumber : Asikin, M.NUralamsyah, M. J dan Susaidi, S. 2016. Keperawatan Medikal Bedah : Sistem Kardiovasskuler : Erlangga : Jakarta

Etiologi

Faktor resiko yang dpat dimodifikasi antara lain diet (Pola makan)  tinggi lemak / kolesterol. Tekanan darah tinggi, diabetes militus , merokok, obesitas, stress dan kurang gerak
Sumber : Asikin , M., Nuralamsyaah, ., dan Susaldi ,. S . 2016. Keperawatan Medikal Bedah Sistem Kardiovaskuler , Erlangga : Jakarta

Asuhan Keperawatan

Pengkajian:
Data yang harus dikaji pada pasien yang mengalami aterosklerosis sangatt tergantung pada lokasi yang terkena

Letak Atreosklerosis

1.     Jika Aterosklerosis terdapat di jantung maka gejala yang mungkin muncul nyeri dada.
2.     Jika aterosklerosis terdapat di arteri otak maka tanda dan gejala yang mungkin muncul misalnya mati rasa (BAAL) tiba-tiba / kelemahan pada tangan dan kaki , kesulitan berbicara/berbicara tidak jelas kehilangan penglihatan sementara pada salah satu mata / otot wajah droping.
3.     Jika aterosklerosis terdapat di arteri pada tangan dan kaki , maka gejala yang mungkin muncul misalnya penyakit arteriperifer (peripheral artery disease) seperti nyeri pada kaki saat berjalan
4.     Jika aterosklorosis terdapat arteri ginjal , maka menyebabkan peningkatan darah / gagal ginjal.
5.     Jika ateroklorosis terdapat pada pembuluh darah coroner , maka tanda dan gejalah klinisnya sesuai dengan angina pectoris / infark miokard akut

Pengkajian yang didapat dilakukan pada klien aterosklerosis

Identitas
1.     Keluhan utama
2.     Riwayat Kesehatan masa lalu
3.     Riwayat Kesehatan masa sekarang
4.     Riwayat Kesehatan keluarga
5.     Riwayat Psikososial
6.     Pola aktifitas dan latihan
Sumber : Asikin , M., Nuralamsyaah, ., dan Susaldi ,. S . 2016. Keperawatan Medikal Bedah Sistem Kardiovaskuler , Erlangga : Jakarta

Tanda daan Gejala

1.     Mati rasa ditanagn atau kaki, sulit berbicara , penglihatan terganggu dan otot wajah melemah atau bahkan lumpuh , jika penyumbatan terjadi di arteri yang menuju ke otak
2.     Muncul rasa nyeri di dada yang disebut angina jika penyumbatan terjadi arteri yang menuju jantung
3.     Kaki terasa nyeri ketika berjalan jika penyumbatan terjadi di arteri yang menuju ke tungkai dan kaki
Sumber : Asikin , M., Nuralamsyaah, ., dan Susaldi ,. S . 2016. Keperawatan Medikal Bedah :Sistem Kardiovaskuler , Erlangga : Jakarta

Diagnosis Keperaawatan

Diagnosis I
Ketidakefektifan pperfusi jaringan perifer b/d gangguan sirkulasi
Diagnosis II
Nyeri akut b/d gangguan kemampuan pembuluh darah menyuplai oksigen ke jaringan pasca pembedahan.
Diagnosis III
Resiko gangguan integritas kulit b/d gangguan sirkulasi luka operasi.
Diagnosis IV
Ansietas b/d rencena pembedahan yang kompleks
Diagnosis V
Resiko Infeksi b/d prosedur invasive
Diagnosis VI
Kurang Pengetahuan tentang modifikasi gaya hidup b/d kurangnya informasi
Sumber : Asikin , M., Nuralamsyaah, ., dan Susaldi ,. S . 2016. Keperawatan Medikal Bedah :Sistem Kardiovaskuler , Erlangga : Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar